Jujur
08.40 | Author:
Teman SMA tiba-tiba sms. Sangat beda, sangat manja. Wow, aku setengah nggak percaya. Tapi langsung kutepis begitu saja, karena yang langsung terbersit adalah : betapa dulu aku belum mengenal dia.
Aku sih seneng-seneng aja, apalagi aku lagi mengalami masa-masa kesepian sms, setelah ditinggal malaikat bahagiaku. Yah, daripada berbodoh-bodoh ria dengan basa-basi, langsung kusambut aja dengan balasan-balasan yang lebih manja. Seneng juga rasanya. Senang dalam dua hal : senang karena smsan dengan manja, senang karena aku merasa ada kejujuran yang amat jujur di sini. Aku jujur, dan temenku itu juga jujur.
Memang, nggak ada yang lebih mendamaikan, selain hidup dengan jujur, dengan kejujuran. Dan, tak ada yang lebih menyiksa, selain topeng gengsi yang menyiksa dan tidak nyaman.

Terserah
08.03 | Author:
Everybody have thier own reason for live with their own life. Nggak ada yang salah, dan nggak ada yang benar. Yang salah adalah, saat orang lain merasa terganggu dengan apa yang kita lakukan, atau dengan tingkah laku kita. Yang benar adalah, apa yang membuat kita bahagia, senang, dan nyaman, tidak membuat orang lain berpikir untuk tidak melakukan apa yang kita lakukan.
Ada firman Tuhan, ada agama, ada utusan Tuhan, ada Adam, ada Musa, ada Jesus, ada Muhammad. Semua sama : mengajak kita untuk menjadi hamba Tuhan - hidup dengan cara yang benar, dengan cara yang telah ditunjukan Tuhan.
Jika ada Tuhan, jika ada kekasih-kekasih Tuhan sebagai penyambung Tuhan dengan kita, maka ada manusia di dunia ini. Dan yang pasti tentang manusia : ada baik, ada buruk. Ada jujur ada dusta. Firman Tuhan telah bersambung, estafet dari satu masa ke masa selanjutnya, dari satu generasi ke generasi selanjutnya, sampai pada kita sekarang ini.
Apa firman Tuhan salah? Tidak mungkin. Yang salah adalah kita. Yang salah adalah kita, kita yang hidup pada masa para utusan Tuhan, sampai kita yang detik ini masih bernafas, kita yang duduk manis di depan PC, membaca blog ini.
Tentu saja, kebanyakan dari kita hanyalah korban, dari kesalahan masa lalu, yang sudah dan harus kita tanggung semenjak kita lahir. Jadi, nggak ada yang lebih benar, selain meyakini apa yang menurut kita benar. Dan nggak ada yang lebih salah, selain menyalahkan apa yang orang lain yakini.
Apa sebenarnya ujung tulisanku ini?
Jika kita hidup dengan agama, dengan Tuhan, dan puncak dari semua ini adalah kasih : kenapa kita harus menghakimi keyakinan orang lain dengan primitif? Dengan kekerasan? Kenapa kita harus menegur sahabat kita dengan sebuah tamparan di pipi yang sakit?
Terserah, itulah jiwa dari kehidupan saat ini.
Tak ada luka, tak ada sakit, itulah kasih, itulah agama, itulah hidup.
Belajar
01.38 | Author:

Sesuatu, seseorang,
baru benar-benar terasa sangat berarti, dan istimewa,
di saat kita telah kehilangan....
Semoga,
semua akan berakhir dengan indah...
Menjaga apa yang kita miliki,
mencari apa yang kita ingin,
belajar dari masa lalu....
---semoga, semua kan bahagia---
Melelahkan
08.40 | Author:
Sungguh melelahkan,
semuanya...
Begitu banyak pikir,
begitu banyak hidup,
kadang membuatku lelah...
Tapi aku jadi makin bersyukur,
setidaknya aku disadarkan,
ternyata aku termasuk seseorang yang kuat, lebih kuat dari yang aku kira.
Dan setelah coba kurenung dan kupikir,
semua berawal dari satu hal : materi.
Semakin seseorang terlahir dengan materi berlimpah : semakin manja dan lemah, walau tentu tidak semuanya.
Skeptis, itulah aku sekarang.
Omong kosong tentang moral,
bull**** tentang agama,
dunia modern ini memang berawal dan berakhir pada satu hal : materi.
Sepercik Sinar Kesadaran
07.34 | Author:
Lebih mudah menuntut,
tapi lebih sedikit yang kita dapat..
Lebih enak berharap,
tapi lebih banyak kecewa yang kita dapat..
Lebih sulit memahami,
tapi lebih banyak bahagia tercipta..
Sangat sulit mengerti,
tapi hanya itu cara mendapatkan orang lain..
Sangat sulit menerima,
tapi hanya itu cara mendapat cinta...
Biarlah,
nggak akan pernah ada kesia-siaan dalam hidup..
Nggak akan pernah ada kebodohan,
kesalahan, keliru,
tanpa berakhir dengan sebuah hal yang lebih indah...
Oh Tuhan, Oh Dunia, Wahai Manusia, Oh Saudara-saudaraku, Teman-temanku, Sahabat-sahabatku, Oh smuanya... Maafkan semua kebodohan yang kuperbuat,
terimakasih buat segalanya...
Buntu
06.30 | Author:
Mana yang salah?
Ketidaksempurnaan atau menyerah?
Mana yang salah?
Penyesalan atau kebencian?
Mana yang salah?
Tuhan atau manusia?
Mana yang salah?
Hati atau pikiran?
Melepaskan apa yang sudah nggak bisa kita rengkuh,
menyesali apa yang telah kita perbuat,
terimakasih untuk semua yang kita dapat,
ikhlas dengan yang sudah terjadi..
Sebenarnya,
masalah utama dalam diri kita,
dalam hampir semua kisah manusia di dunia ini,
kisah cinta,
persahabatan,
adalah : ego.
Kita selalu egois,
kita selalu banyak menuntut,
kita selalu berharap orang lain sempurna, seperti yang kita inginkan.
Padahal sudah jelaslah,
harapan kitalah yang telah menghancurkan semua yang kita miliki..
Memang nggak mudah,
memang sulit...
Tapi mengerti dan menerima,
adalah awal dari sebuah cinta yang abadi...
Awal dari kehidupan yang abadi.....

Cinta, manusia, kehidupan, Tuhan...
Mengerti Yang Tidak Mudah
05.44 | Author:
Kemarin ada teman yang ngajak aku untuk ngekost bareng. Tadinya aku nggak terlalu ngeh, tapi aku nggak enak, dan akhirnya mau juga. Dulu udah pernah sich, pas semester pertama, kost satu kamar berdua, tapi setelah itu aku lebih nyaman sendiri, walau kadang kesepian.
Hari-hari pertama aku nggak masalah, masih basa-basi. Maklum, sebelumnya dia bukan teman akrabku. Semakin hari, semakin hari, dan sampai hampir satu bulan, ternyata ada begitu banyak hal yang sangat tidak membuatku nyaman. Bukan masalah serius, tapi ternyata jadi serius juga sebenernya buatku. Selama ini, aku kira aku adalah tipe orang yang tidak terlalu rapian, walau nggak jorok-jorok banget sich. Nah, ternyata partner-ku yang satu ini lebih parah dari aku. Aku sering banget dongkol dalam hati, tapi mau gimana lagi? Sering banget aku ngajak dia secara halus buat nata & ngrapiin kamar agar lebih "manusiawi", yaitu kalau dia nggak ada, aku rapikan dan aku tata, tapi dia nggak ngrasa juga ternyata (sebal dech). Pernah juga aku negur dia dengan cukup "vulgar" menurutku. Waktu itu dia abis selesai makan, dan rupanya piring bekas dia makan belum dicuci sampai pagi. Langsung saja kuraih piring itu (ceilee), dan segera kucuci di depan mata kepalanya sendiri. Dia sempat shock sich kayaknya, tapi hari selanjutnya belum banyak berubah juga. Selain kemproh, dia juga grasa-grusu. Saking grasa-grusunya, sampai hp-ku jadi korban, "kluthak" jatuh dari meja. Untung nggak error!.
Nampaknya aku harus mulai menerima keadaan ini, karena aku nggak sanggup untuk berontak, setidaknya aku nggak akan berontak dengan kata-kata kasar di depan dia. Mungkin kalo udah nggak tahan, aku akan pindah kost secara mendadak.
Kesimpulannya adalah, mengerti dan menerima kebiasaan orang lain yang beda dengan kita adalah tidaklah mudah. Mengerti memang nggak mudah! Aku sendiri nggak tau, dalam situasiku ini, sampai dimana kapasitasku harus mengerti, dan nunjukin sikap. Tapi aku sedang belajar untuk mengerti dan lebih mengerti orang lain. Setidaknya, aku nggak mau terjebak lagi dalam emosi yang penuh tempramen tinggi. Kalaupun harus nunjukin sikap, akan aku tunjukin dengan cara yang lebih elegan.
Semoga saja bisa saling sadar aja, karena akupun banyak kekurangan. Kita semua masih penuh kekurangan.

Sehirup Udara Malam
10.13 | Author:

Warnet : 20 Mei 2008
Kutengok angka dipojok monitor : pukul 00:15..
Suara berisik AC merdu..
Kawan-kawan kecil menyambangi kaki dan paha, memberiku rasa gatal yang nikmat..
Kurogoh kantung celana jeansku, barangkali ada pesan singkat masuk,
ternyata tidak, kendati kutahu tak ada getar tanda pesan...
Kucoba mengingat apa yang selama ini coba kulupa,
ternyata memang mulai memudar dari pikirku...
Indah dulu, wangi dulu, kini pudar, kini tak berasa...
Kucoba ambil nafas,
perlahan, semerbak sejuk menyejukan rongga hidung...
Kupejam mata, kurasa,
gemuruh suara adu permainan palsu,
didepan sekotak kaca,bernama game online..
Renyap-renyap alunan musik hip-hop yang tak kutahu judulnya,
terdengar lirih, namun menenangkan...
Kulirik sebelah,
lelap..
Kuintip sebelah lagi,
sunyi...
Malam telah larut,
gelap,
hitam...

Sehitam mawarku....

Mawarku,
menghitam,
tetap indah....
Band Jamur
02.04 | Author:

Sebagai penggemar musik yang agak selektif, mengikuti perkembangan musik tanah air membuatku menghela nafas. Band-band baru bermunculan bak jamur. Ada kanjen, ada kertas, ada entahlah aku nggak apal, tapi semua seragam, n temanya cuma satu : jualan lagu cinta, menyedihkan. Yang paling lucu ada band vagetos, bener2 mbuat aku terpingkal-pingkal, jadi inget nama snack keripik kentang sich (hahaha).
Tapi walau bagaiamanapun juga, semuanya harus kita hargai, itu pasti. Walau cuma jualan lagu cinta murahan, nyipta lagu dengan aransemennya sama sekali nggak gampang. Dan untuk taraf yang lebih luas, kita harus sangat-sangat berbangga, karena walau dari berbagai hal kita dibilang mundur, ketinggalan, atau kurang maju, tapi dalam hal industri seni khususnya musik, kita sangatlah maju sekali. Selain itu, dalam hal musik, kita sudah sangat-sangat percaya diri, dan bahkan untuk komunitas Jazz, kita sudah punya Java Jazz Festival, yang merupakan even musik jazz dunia yang sangat prestise dan luar biasa bergengsi. Untuk musik rock sendiri, kita adalah penikmat musik rock (dan keluarganya) terbesar nomer dua setelah AS, luar biasa kan? Lalu ada dangdut (walau sampai saat ini musik yang satu ini dikonotasikan sebagai musik kaum marginal), yang juga ciri khas kuat budaya musik kita. Taruhlah generasi rock era 70-90an seperti Godbless, Edane, Power Metal, Iwan Fals, Nicky Astria, Nike Ardila, Gigi (yang masih eksis sampai sekarang), Boomerang, Dewa 19 (sayang, sekarang udah kehilangan arah musik), dan masih banyak lagi. Sungguh, katakanlah untuk cakupan Asia, kita memiliki budaya musik yang sangat khas dan percaya diri. Jika saja ada pemeringkatan perkembangan industri musik, kita pasti berada di urutan 10 besar dunia.
Untuk sekarang, nggak tau ya, kalau jujur menurutku, begitu banyak band yang sepertinya hanya jualan lagu cinta, yang kalau ditinjau dari segi musikalitas lirik lagu sama aransemen, serta "jiwa" dalam musik, sangat-sangat tidak berkualitas. Jualan lagu, hanya itu.
Kalau diperingkat, hanya beberapa band-band sekarang yang memang "niat" buat bermusik, katakanlah :
  • Nidji, dengan britpop-nya, keren (kayaknya yang pertama, untuk britpop di Indonesia).
  • J-Rock, dengan Japanese Rock-nya, keren, dan aku sangat salut, Japanese banget sich.
  • Kapten? (lumayan lah)
  • Ten2Five (orisinil, bener-bener orisinil)
  • Changcuters, aku kaget, kukira dulu ini band main-main, ternyata Rooling Stones banget. Kalau denger lagu yang I Love You babe sambil mejamin mata, bener-bener seperti denger vokal-nya Mick Jagger Rolling Stones. Jadi jelas, ini band memang Rooling Stones punya.
  • Steven And Coconuts Treez, 100 % orisinil, 24 karat full keren orisinil reggae. Model band seperti ini memang bukan jualan lagu, tapi murni bermusik. Kalau lagu-laguny laku, berarti memang penghayatannya bagus, dan musikalitasnya nggak main-main.
  • Untuk band-band pendatang baru yang rock, aku cukup bersedih, nampaknya regenerasi musik rock mandeg. Moga-moga aja ada suatu saat.
Ada juga generasi pertengahan 90-an, macam Cokelat, Padi, Jikustik, SO7. Kalau menurutku, untuk generasi itu cukup orisinil dan cukup berkualitas. Bahkan, kita punya Cranberries sendiri, yaitu Cokelat. Cokelat memang Cranberries banget.

Untuk band-band lain, aku nggak mudheng, beneran.
Tapi bagaimanapun, kita harus bangga lah...

Hidup Musik Indonesia..
Gitaris Tercantik
01.54 | Author:



Akhir-akhir ini, aku lagi ngefans banget sama Prisa Adinda. Cute banget, tapi gitaris heavy metal, subhannalloh, takjub aku. Duetnya dengan J-Rock mbuat aku jadi suka sama J-Rock, padahal dulu aku nggak terlalu tertarik dengan j-Rock. Japanese, cantik, heavy metal, hmmm. Ngomong2 Prisa, jadi ingat band rock 80-90an Whitestripes, yang personilnya dua orang, cewe dan cowo. Tapi keren, yakin, Prisa!
Identitas
01.17 | Author:


Dulu, dulu sekali saat aku masih duduk di bangkuTK, aku kenal dengan sebuah band classic rock asal Jerman, Scorpions. Kemudian, menginjak SD, ndilalahnya (kebetulan), kakakku senang sekali memutar lagu-lagu progressive rock macam always milik Bon Jovi. Selain itu, waktu itu lagu-lagu tema slow rock dari negeri jiran Malaysia juga sangat ngetrend, macam Search dengan Isabella-nya. Entah kenapa, aku jadi makin akrab dengan musik-musik genre classic-progressive-rock. Acara musik favortiku waktu SD adalah MTV Classic, yang sering banget memutar lagu-lagu genre classic-rock n' roll-metal macam Skid Row, GNR, Bon-Jovi, Aerosmith, dll. Mungkin karena terbawa kakak, aku jadi ikut-ikutan senang dengan musik-musik bergenre rock, dan kesukaanku benar-benar mencapai puncaknya saat aku menginjak SMP. Yang membuatku makin keranjingan adalah, masa-masa SMP adalah masa-masa paling sulit dimana selalu siisi dengan ketidakcocokan dengan bapak, dan bersitegang dengan bapak adalah kegiatan rutinku setiap hari. Nah, di saat masa-masa depresi itulah aku makin keranjingan dengan musik-musik rock-metal itu, alasannya adalah, musik-musik itu adalah semacam musik pembebasan buatku, aku merasa sangat bebas, dan semua luapan emosiku bisa kutumpahkan saat aku 'fly' dengan musik-musik rock-metal. Rambut panjang, wajah menyeringai, gitar-listrik dengan distrorsi, adalah 'penampakan' yang sangat ideal menurutku. Aku begitu terobsesi untuk ber-style seperti para musisi-musisi rock itu.
Nah, semakin hari, seiring makin tuanya aku, keinginan-keinginan itu sedikit demi sedikit menjadi makin maksud akal, dalam artian, ada banyak hal yang lebih penting daripada kepengin bergaya seperti para musisi rock itu, selain alasan utama bahwa saat SMA aku selalu "ditilang" Wakasek gara-gara rambut gondrongku.
Suatu saat, di TV diputar film horror-drama berjudul The Crow. Dan apa yang paling menarik? Film itu bercerita tentang kebangkitan seorang musisi rock yang meninggal karena dibunuh para penjahat. Luar biasanya adalah, karakter The Crow dalam film tersebut : keren banget!! Pandangan mata elang, pembawaan dingin, musisi rock, tapi dengan segunung cinta di hati.
Oleh karena itulah, aku jadi sangat terinspirasi, sepertinya aku menemukan identitasku yang selama ini aku cari. Dan akhirnya, masuk kuliah aku bisa memanjangkan rambut (walau masih sering dicereweti bapak), serta memakai eyeliner (what??). Masa bodoh, aku kepengin jadi The Crow dengan tatapan mata elang-nya kok (tapi kalo ga salah, dalam film manifestasi The
Crow adalah burung gagak?).
Begitulah aku menemukan identitas (fisik)...
Yah daripada jadi anak baik-baik yang polos dan klimis, bosan!
Cinta
00.25 | Author:





Selama ini, begitu banyak diantara kita (termasuk aku) yang begitu dibuat gelisah oleh cinta, yah oleh cinta. Begitu banyak sastrawan dan pujangga yang mencoba mendeskripsikan atau membuat definisi tentang cinta. Katakanlah pujangga dunia sekelas William Shakespeare dengan Romeo & Jullite pun mencoba mendefinisikan apa itu cinta, dalam sebuah novel yang cukup dramatis (didramatisir?). Intinya sih kurang lebih, tentang ketertarikan antara pria dan wanita, lalu menjalin hubungan yang erat dan tak terpisahkan, rela berkorban demi pasangannya. Banyak juga yang menggambarkan manifestasi cinta dalam perwujudan yang lebih intim, seperti ciuman dan berucumbu. Benarkan dengan apa yang gambarkan semua pujangga dengan larik-larik kata penuh makna itu tentang cinta? Yah, secara garis besar benar. Namun, begitu banyak orang yang mendefiniskan cinta yang lain, yang lebih universal. Cinta sesama, cinta lingkungan, dan cinta dengan Tuhan.
Lalu?
Aku sendiri sudah sedikit merasakan tentang hal-hal yang digambarkan dalam karya-karya para pujangga itu, seperti indahnya bersama pasangan, berbagi dan lainnya. Namun, kemarin aku merasakan cinta yang sebenarnya, setidaknya cinta yang tanpa banyak syarat, yaitu saat kampusku mengadakan kunjungan perusahaan (company visit) ke Jakarta. Cinta? Ya! Tentu saja bukan dengan salah satu temanku, tetapi dengan satu kelas. Bangku kuliah, yang selama ini kurasakan begitu berbeda jauh dengan bangku SMA (yang penuh kebersamaan dan 'cinta'), ternyata penuh dengan cinta juga. Malam keakraban, jalan-jalan ke tempat wisata, sungguh semuanya penuh cinta. Aku sangat menikmati dan bahagia. Semoga saja ada banyak kegiatan yang sama di suatu saat, setidaknya saat reuni, dengan membawa istri/suami/anak masing-masing. Sekaligus tahu, siapa teman kuliah yang akan jadi "teman" sesunguhnya. Pasti sangat menarik.
Ikhlas
09.46 | Author:

Dari dulu aku tipe penyendiri, benar-benar penyendiri. Bukan berarti aku nggak bisa menikmati keramaian atau anti-sosial, tapi aku memang bisa menikmati kesendirian. Saat SMP atau SMA dulu, aku sangat senang kalau rumah kosong dan aku ditinggal sendirian. Aku akan kunci pintu, lalu setel musik keras-keras, terus aku dengerin sambil "konser" pribadi, dengan sapu sebagai gitar (konyol banget lah). Kalau sudah cape', aku akan ambil bantal, aku taruh di depan speaker, aku bersandar di bantal, nikmatin musik, lalu melamun sampai puas dengan mengikuti suasana tiap lagu yang mengalun. Yah nyaman sekali saat sendiri.
Waktu terus berjalan, begitu banyak hal yang aku alami. SMP adalah masa-masa konflik dengan bapak. SMA aku bisa memperbaiki hubungan dengan bapak, dan hubunganku dengan keluarga menjadi cukup romantis. Nggak ada yang berubah dengan aku, melamun dan berpikir sendiri adalah kebiasaan yang nggak mungkin untuk hilang dariku. Ibu sering banget jengkel, gara-gara kebiasaan (atau karakter) ku ini. Aku sering sebelum mandi sore, pasti melamun dulu di serambi rumah sekitar satu jam. Setelah puas melamun, baru mandi, dan setelah mandi, aku melamun lagi di beranda, dengan ditemani teh panas. Yah, itulah kebiasaanku.
Kalau boleh jujur, dalam proses "meditasi"ku itu, aku cuma membayangkan tentang semua hal-hal ideal dalam hidup yang ingin aku capai dalam hidup ini. Cuma itu, nggak ada yang lain. Memang, hal-hal ideal itu selalu berubah. Salah satunya yang selalu berubah adalah pengin jadi apa aku kelak. Dulu saat SMP, aku begitu terobsesi menjadi gitaris band heavy metal. Namun, setelah dibelikan gitar, dan merasakan betapa susahnya belajar gitar otodidak, mimpi itu layu.
Dan sekarang, setelah kuliah, dan karena aku kuliah ekonomi, mimpiku adalah menjadi enterpreneur (pengusaha) yang sukses. Yah, selalu berubah, tapi aku selalu yakin dengan semua mimpiku.
Selain tentang menjadi apa, dalam meditasi-meditasiku itu, aku juga membayangkan hal-hal ideal tentang masalah sosial. Cewe yang ideal, istri yang ideal, sahabat yang ideal, menjadi pacar atau suami yang ideal, semua yang ideal-ideal lah.
Namun, setelah semua yang aku alami, nampaknya hal-hal sosial yang ideal yang aku bayangkan begitu banyak yang diluar dugaan. Kesimpulanku satu : Manusia tidak bisa diprediksi, jadi jangan menilai atau berharap terlalu cepat pada manusia, termasuk diri sendiri.
Aku ingin sekali mengulang waktu, dan memperbaiki hubungan-hubunganku dengan semua orang dalam hidupku. Aku banyak melakukan kesalahan, dan aku sangat menyadarinya. Dari situ aku sadar, bahkan bayangan diriku yang ideal-pun tidak sesuai dengan bayanganku dulu, semua serba apa adanya, seperti mengalir.
Mengulang waktu? Mungkin saja! Tentu bukan seperti dalam kartun Doraemon, mengulang waktu yang kumaksud adalah aku ingin sekali bertemu dengan semua orang dalam masa laluku, berbicara dengan mereka, berdiskusi, membahas masa lalu bersama, menjelaskan semua dengan gamblang, agar tidak terjadi salah paham, dan saling maaf-memaafkan kalau ada salah.
Kadang, aku sering benci dengan diri sendiri, kadang juga aku sering kecewa dengan orang lain. Namun, semakin hari semakin kusadari, semua itu hanya akan membuang-buang tenaga dan waktu. Kini, aku mencoba untuk ikhlas. Ikhlas dengan semuanya, segala hal, baik-dan-buruk. Walau sudah klise, tapi kini aku meyakini, bahwa setiap apapun yang terjadi dalam hidup kita, adalah pelajaran yang sangat berharga. Aku sangat menyadari hal itu sekarang.
Ikhlas, aku ikhlas dengan semuanya, karena semua yang ada dalam hidupku, adalah yang terbaik.
Keep smile... :-)

Akhir-akhir ini aku lagi senang membaca buku-buku tulisan Anand Khrisna dan juga murid-muridnya. Inti tulisan AK dan murid-muridnya adalah tentang sufisme. Aku nggak tau apa yang benar-benar membuatku tertarik membaca buku-buku sufisme itu, tapi akhir-akhir ini memang aku sedang mengalami kegelisahan jiwa yang cukup parah. Salah satu isi terpenting dalam tulisan-tulisan AK adalah bahwa semua umat manusia sebenarnya bertujuan menyembah satu Tuhan, yang penuh kasih, walau dengan cara masing-masing. Konsep AK tersebut banyak yang menentang dan mengatakan sebagai bentuk pencampur-adukan agama, namun sebenarnya bukan itu yang aku cermati dan aku cari.
Sekarang aku benar-benar sedang mengalami masa-masa kehilangan, kehilangan apapun. Segala hal yang aku yakini selama ini, semuanya menjadi mengambang. Dan sekarang, aku benar-benar membutuhkan sebuah pencerahan yang benar-benar mencerahkan. Aku tau, pencerahan itu bisa datang dari mana saja, dan sebenarnya ketertarikanku pada tulisan-tulisan AK adalah tidak sengaja, saat aku jalan-jalan di perpustakaan, aku liat ada satu buku AK yang berjudul Shangrila, dan aku baca sekilas sepertinya menarik. Dari situ aku mulai cari-cari tulisan yang lain, termasuk tulisan-tulisan murid-murid AK.
Banyak sekali konsep-konsep yang ada dalam buku-buku AK, salah satunya yang aku sendiri tidak bisa mencernanya adalah konsep reinkarnasi. Namun, sebenarnya bukan konsep-konsep njlimet atau apapun yang aku cari, aku hanya mencari sebuah pencerahan, yang bisa membuatku lebih damai dan bisa berpikir serta merasakan sesuatu dengan lebih arif dan bijaksana. Dan, nilai utama yang paling aku rasakan adalah konsep kasih dan cinta. Yaitu bahwa kita hidup memang berasal dari cinta dan kasih Tuhan, dan kita hidup untuk cinta dan kasih-Nya juga. Jadi, kita pun harus hidup dengan semangat cinta kasih itu kepada siapapun, termasuk kepada alam sekitar kita.
Sampai saat ini, aku bisa menangkap banyak hal-hal positif dan sangat mulia, yang bisa sedikit memberikan pencerahan dalam kelabunya diriku.
Satu hal yang aku rasakan perubahannya dalam diriku adalah, aku bisa belajar sedikit demi sedikit untuk bersikap ikhlas. Dan luar biasa sekali, ternyata memang ikhlas adalah pondasi utama dari cinta.
Yah, perjalanan masih panjang...
Semoga saja aku bisa mendapatkan banyak pencerahan-pencerahan lagi, dari manapun, dari siapapun. Amiin!
Kangen
17.15 | Author:


Kemarin aku jalan dari kampus, dan ditengah jalan aku ketemu dengan seekor kucing yang sangat menggemaskan. Warna abu-abu kecoklatan (kalau dalam bahasa Jawa belirik) dengan bagian dada ke bawah putih. Jelas sekali kalau kucing itu adalah kucing yang sangar terawat, walau cuma varietas kucing kampung ( dalam bahasa latin felicatus domesticatus). Aku pun nggak tahan dan segera kubopong (kutimang-timang), dan sangat manja dan juga lulut (penurut).
Seketika itu juga aku teringat almarhum kucingku yang mati sekitar semester 3 yang lalu. Kalau aku teringat kucingku, sungguh sangat menyedihkan. Kucingku adalah sahabat terbaikku, yang dengan susah payah dan penuh kasih sayang aku rawat semenjak kelas 2 SMP, dan menemaniku hampir sampai 7 tahun. Yang tragis adalah, seolah-olah kematiannya adalah karena aku. Gara-gara aku kuliah dan harus meninggalkan rumah, tidak ada lagi orang rumah yang mau merawat kucingku setelaten dan setekun aku. Dan yang paling membuatku sedih, dulu pas masih hidup, dan pas aku pulang kampung, katanya orang rumah sering lupa memberi makan kucingku itu, aku makin merasa amat sangat bersalah. Sungguh, kucingku itu benar-benar kuanggap seperti adiku sendiri.

Begitu banyak kenangan-kenangan yang tak terlupakan dengan kucingku itu. Yang paling ngangeni adalah suara dengkuran manjanya saat ngrungkel tidur seranjang denganku. Cerita lucu yang tak pernah terlupakan adalah, dulu kucingku pernah mencuri ikan asin satu plastik kresek penuh, aku ngak tau darimana. Nah, kucingku itu cuma mbawa pulang tu ikan asin satu kresek, dan nggak dimakan, rupanya susah mbuka plastik yang diikat rapat. Saat kubuka, ya ampuun, ikan asin satu plastik, punya siapa ini? Mau tak kembalikan nggak tau punya siapa. Akhirnya tak kasih ke ibu, dan sama beliau digoreng, dan konyolnya aku jadi ikut makan ikan asin hasil curian kucingku itu, hahaha, lucu sekali kalau ingat.

Dulu aku juga begitu rajin memandikan kucingku, setiap akhir pekan, aku ke pasar buat beli ikan pindhang atau tongkol buat menu makan kucingku. Walau begitu aku nggak pernah mengandangkan kucingku, aku biarkan saja dia berkeliaran, dan sering juga kucingku itu pulang dengan tangkapan tikus.

Yang paling konyol, aku sering sekali curhat dengan kucingku itu. Ya, dulu aku benar-benar bingung kalau pengin curhat. Dengan orangtua, nggak banget. Dengan kakak, diceramahi. Dengan teman, sok tau. Akhirnya kucingku-lah tempat curhat, ya tentu saja curhatnya dikamar dan pintu tak kunci, ntar malah dikira gila ngomong sama kucing.

Yah, begitulah, sekarang aku sedang kangen-kangennya sama kucing. Salah satu sebab mungkin karena aku abis break, jadi seakan dunia jadi sepi banget. Aku benar-benar pengin kembali ke masa-masa indah dengan kucingku itu (daripada mengenang x-ku, mending mengenang kucingku). Oh iya, salah satu "beda" antara aku dengan x-ku adalah dia nggak suka kucing, bahkan dia jijik dengan kucing. Yah, jadi sedih juga sich. Semoga saja "soulmate"ku berikutnya sama-sama pecinta kucing kayak aku.

Aku cuma bisa berdoa, semoga arwah kucingku diterima si sisi Allah Swt. Semoga semua amal perbuatannya diterima, dan semua khilafnya diampuni (ck ck ck ck).

Keep smile..
Cinta & Nafsu
01.39 | Author:
Aku kaget, tapi juga nggak heran, kemarin aku dapet kabar, salah satu temenku ada yang hamil. Kaget aja, tapi aku nggak heran. Kenapa nggak heran? Yach, kayaknya behavior pacaran jaman sekarang emang kayak gitu, pasti nyrempet-nyrempet ke situ lah. Minimal-minimalnya french kiss pasti jadi ritual wajib buat "menumpahkan rasa".
Dulu, salah satu temen sepermainanku kecil pulang mudik dari Jakarta, dan apa yang dicurhatkan ke aku? Yups, dia cerita pengalamannya 'pacaran' ma cewe di sana, dan ya seperti itu, emang kayaknya udah lazim banget pacaran sekarang itu pendekatannya "fisik" banget.

Pertanyaannya, salahkah? Sangat relatif. Kalau kita pakai scanner nilai-nilai agama, ya pasti hasilnya adalah salah dan engga' banget. Tapi kalau kita pake pendekatan yang lebih manusiawi, mungkin semua itu bisa lebih diterima.

Kalo kata para ilmuwan (sosiolog, antropolog, ekonom, dan ahli psikologi juga tentu), dampak globalisasi telah merambah dan merasuk begitu dalam ke tulang sumsum kehidupan manusia di seluruh dunia (termasuk generasi mudanya). Globaliasi juga telah seolah-olah menyatukan semua pola dan perilaku hidup serta budaya yang ada didunia, walau tentu aja nggak jadi satu--tu.
Nah, termasuk tuh, nilai-nilai tentang hubungan lintas seks, antara pria-wanita, laki-perempuan, cewe-cowo. Akibat globalisasi, nilai-nilai tentang pola hubungan lintas seks menjadi tercampur baur, dan negara-negara maju yang sekuler, akhirnya emang jadi panutan dalam hal tersebut. Begitu pun yang terjadi di Indonesia.

Kalau aku sendiri sih, sungguh aku sama sekali nggak munafik, kalau udah berdekatan sama mahluk yang bernama cewe' (dan dia miliku), dan cuma berdua di tempat yang sepi, aku nggak bakal kuat dengan yang namanya mempertahankan "iman". Yach, seperti yang aku ungkapkan di atas, minimal-minimalnya pasti terjadi "perang", "perang mulut".

Kalo menurutku sih, solusi yang paling tepat adalah, jangan pernah pacaran n berdua-duaan di tempat sepi. Karena kalau kita sudah berdua sama pacar kita, dan sepi, pasti aura yang muncul emang aura "itu" yang sangat kuat, kuat sekali. Dan disaat seperti itu, mana cinta mana nafsu jadi nggak jelas sama sekali. Cinta ya nafsu, nafsu ya cinta.

Bagaimanapun, udah terjadi atau belum, yang namanya hubungan sex pra nikah, adalah hal yang harus disikapi dengan dewasa dan bertanggung jawab. Masalahnya bukan pada benar atau salahnya, tapi pada siapkah kita menanggung semua konsekuensi dari hubungan tersebut.

Dan,
jika kita menelusur mana yang salah, pihak cowo atau cewe?
Nggak jelas! Kalo menurutku sich dua-duanya. Cowo kan emang dari sononya, udah dicetak sama Tuhan dengan sense of sex imanigation yang cukup tinggi, dan cewe-pun sekarang udah nggak beda jauh. Apalagi dengan style pakaian cewe sekarang yang begitu "menyegarkan" mata para cowo, udah tentu makin mbuat cowo lebih "bersemangat" dalam pacaran.

Jadi?
ya itu, dewasa dan bertanggung jawab. Diskusi adalah sangat perlu, dalam artian, nggak perlu malu sama pacar mbahas kayak gituan. Dan kalau perlu, mbuat semacam MoU sama pacar, mana-mana yang boleh dilakuin, dan batasan-batasannya. Dan harus komitmen..
Dan seperti aku tulis di atas, jangan sering-sering bersepi-sepi ria, apalagi masuk kamar!


Mmmmh...
Nafsu adalah bagian dari cinta,
dan nafsu akan tetap menjadi bagian dari cinta,
selama kita bertanggung jawab dalam melilbatkan nafsu dalam percintaan kita.

Keep smile..

Seneng
01.13 | Author:
Seneng juga liat temen-temen yang baru "merajut cinta". Emang ngga` ada yang lebih indah selain saat-saat baru jadian, indaah banget dunia ini. Yaah, moga aja langgeng lah!

Kalo aku, mmmh, udah nggak mau sedih lagi dech. Tenagaku udah bener-bener habis buat nglewatin masa-masa perpisahan, amat sangat melelahkan. Kalau dulu aku sangat apatis dengan semua hal yang berhubungan dengan cinta, sekarang aku lebih apatis lagi. Tapi bukan berarti aku nggak mau mencinta lagi, cuma aku perlu mengumpulkan energi dulu buat "fight" mencari pasangan. Yang pasti, sekarang aku pasti lebih rasional dalam menjalani cinta, walau tentu aja tetep pake perasaan (lah cinta sendiri kan emang masalah perasaan).

Oh iya, ada satu hal yang nggak kuduga, tapi aku syukuri, sebagai bagian dari perubahan yang ada dalam diriku, yaitu : aku nggak tau cewe` seperti apa yang tepat buat aku!
Loh kok? Ya, aku seneng, kerana dengan ini, aku nggak perlu takut atau dipusingkan lagi dengan banyaknya species dan varietas cewe` di dunia ini yang begitu beragam (hahahaha)!

Yaah, mungkin kriteria-kriteria standar masih ada sich, seperti :
1. feminim
2. bisa mbuat aku tenang
3. bisa nerima aku dengan semua kekuranganku

Kalau fisik, ini nih yang aku maksud di atas.
Dulu, aku pikir, cewe yang cantik adalah :
  • wajah cantik, kalo yang ini nggak bisa terstandarisasi, tapi sebagai rujukan, cewe macam Julie Estele, Dhini Aminarti, Ririn Dwi Ariyanti ma Revalina S Temat adalah kategori cewe yang cantik menurutku.
  • kulit putih, tapi kenyataannya, aku sekarang bisa jatuh cinta ma cewe berkulit item.
  • rambut lurus, tapi kenyataannya, sekarang aku juga seneng ma cewe berambut ikal.
  • body proporsional, tapi kenyataannya, mantanku aja kurus banget.., tapi kecenderungannya aku lebih suka yang agak kurusan, daripada terlalu sehat (baca:mendekati gemuk).

Jadi,
I Don`t know.. siapa "soulmate"ku berikutnya...
yang pasti, akan aku pertahankan sampe mati2an dech...
Dan aku tau, dia sedang nunggu aku, tapi entah dimana dan kapan aku ketemu (moga aja jangan kelamaan, tapi jangan secepat kilat).