Kamu bilang "I Love You.."
Kubilang "aku milikmu.."
Dan kulihat butiran-butiran kaca bersinar,
di sepasang matamu yang indah..
Hening...
Satu...
Kuraih jari tanganmu,
kuremas dan kugenggam..
Kukecup keningmu yang lembut,
selembut kulit bayi nan suci...
Kudekap erat tubuhmu,
kutumpahkan segunung luap emosi di jiwa...
Dan tanpa sadar..
mata ini basah, basah oleh air mata bahagia,
bahagia karena cinta, bahagia karena dimiliki..
Hening..
Satu dalam rasa..
Dan saat sorot mata kita saling menyapa,
wajah kita saling mendekat,
saling meraih, saling mengerti..
Hangat, lembut, syahdu..
Pasrah..
Bibir, lidah, hati, jiwa, rasa, asa..
semua bersatu, saling merengkuh, saling meresapi..
Dan saat kutatap wajahmu sekali lagi,
semakin tak kumengerti,
inikah cinta?
Entahlah,
kuraih lagi wajahmu,
kuraih lagi bibirmu,
kauraih lidahku, dan kuserahkan...
Satu, basah, lembut, syahdu, mengharukan...
Kita satu,
dalam sebuah ciuman..
Kutatap lembut wajahmu..
Kau tersenyum..
Aku genggam tanganmu..
kukecup...
Aku bilang "I Love You"
kamu diam..
Kaubalas dengan pelukan..
Kausandarkan lelahmu di bahuku..
kurengkuh, kubelai,
kita satu..
Aku lelah,
kamu lelah..
Kamu nangis,
aku hanya bisa menghela nafas..
adakah yang lebih baik?
Aku emang sedang berlari,
dan kamu datang ke hidupku..
Aku selalu penuh keringat,
keringat perjalanan,
menuju indah masa depanku..
Kamu datang,
dengan indah cerita hidupmu..
Dan akankah kamu,
mau berlari bersamaku?
Maaf sayang,
ternyata hidupmu terlalu indah.. terlalu menyenangkan..
Dan hidupku?
Hidupku adalah keringat dan debu,
keringat dan debu perjuangan,
menggapai masa depanku..
Bukan aku nggak sayang, apalagi benci..
Aku hanya sadar,
aku hanya paham,
aku hanya mengerti,
Sulit bagimu selalu bersamaku..
Hidup dalam hidupku,
bernafas dalam dunia berdebuku..
Dan kamu pun tahu,
aku nggak mungkin,
hidup dengan hidupmu,
hidup dengan gaya hidupmu,
dan berpikir dengan cara berpikirmu..
Salahkah kamu?
Salahkah aku?
Nggak!
Yang pasti satu hal,
kamu jadi tahu,
ada dunia seperti duniaku..
Ada hidup seperti hidupku,
yang hanya dipenuhi debu dan keringat..
Namun,
andai kamu yakin..
Di depan sana,
terhampar padang rumput hijau dengan sungai yang jernih,
indah dan damai.. itulah masa depanku..
Andai kamu yakin..
Kau tersenyum..
Aku genggam tanganmu..
kukecup...
Aku bilang "I Love You"
kamu diam..
Kaubalas dengan pelukan..
Kausandarkan lelahmu di bahuku..
kurengkuh, kubelai,
kita satu..
Aku lelah,
kamu lelah..
Kamu nangis,
aku hanya bisa menghela nafas..
adakah yang lebih baik?
Aku emang sedang berlari,
dan kamu datang ke hidupku..
Aku selalu penuh keringat,
keringat perjalanan,
menuju indah masa depanku..
Kamu datang,
dengan indah cerita hidupmu..
Dan akankah kamu,
mau berlari bersamaku?
Maaf sayang,
ternyata hidupmu terlalu indah.. terlalu menyenangkan..
Dan hidupku?
Hidupku adalah keringat dan debu,
keringat dan debu perjuangan,
menggapai masa depanku..
Bukan aku nggak sayang, apalagi benci..
Aku hanya sadar,
aku hanya paham,
aku hanya mengerti,
Sulit bagimu selalu bersamaku..
Hidup dalam hidupku,
bernafas dalam dunia berdebuku..
Dan kamu pun tahu,
aku nggak mungkin,
hidup dengan hidupmu,
hidup dengan gaya hidupmu,
dan berpikir dengan cara berpikirmu..
Salahkah kamu?
Salahkah aku?
Nggak!
Yang pasti satu hal,
kamu jadi tahu,
ada dunia seperti duniaku..
Ada hidup seperti hidupku,
yang hanya dipenuhi debu dan keringat..
Namun,
andai kamu yakin..
Di depan sana,
terhampar padang rumput hijau dengan sungai yang jernih,
indah dan damai.. itulah masa depanku..
Andai kamu yakin..
Kau, aku..
Aku, kau..
Aku kamu..
Kamu aku..
Saling mencinta..
Saling memiliki...
Aku, aku..
Kamu, kamu...
Aku bukan kamu..
Kamu bukan aku..
Aku bilang ya,
kamu bilang nggak..
Aku bilang merah,
kamu anggap hijau..
Aku tersenyum,
kamu bingung..
Kamu bingung, aku tetap..
aku berdiri,
kamu bersimpuh..
Aku kepalkan tangan,
kamu nangis..
Aku bilang "jangan menyerah.."
kamu bilang "lebih baik pasrah.."
Kita emang beda,
salahkah?
Aku, kau..
Aku kamu..
Kamu aku..
Saling mencinta..
Saling memiliki...
Aku, aku..
Kamu, kamu...
Aku bukan kamu..
Kamu bukan aku..
Aku bilang ya,
kamu bilang nggak..
Aku bilang merah,
kamu anggap hijau..
Aku tersenyum,
kamu bingung..
Kamu bingung, aku tetap..
aku berdiri,
kamu bersimpuh..
Aku kepalkan tangan,
kamu nangis..
Aku bilang "jangan menyerah.."
kamu bilang "lebih baik pasrah.."
Kita emang beda,
salahkah?
Kemarin,
saat kaubilang "aku milikmu, kita satu dan tak terpisahkan...
dadaku bergemuruh, berat kepala ini, lemas tubuh ini, dan basahlah kedua mataku..
Kamu telah mendapatkan hatiku, jiwaku dan aseluruh asa yang membara di dalam tubuh kurusku ini..
Kamu telah mendapatkan aku, kamu telah memiliki aku, sepenuhnya..
Damai di hati, tenang di jiwa..
Soulmate, kaulah soulmate, yang selama ini selalu aku bayangkan..
Namun,
adakah hati bisa terlelap dalam damai,
sementara nalar terus berteriak?
Sayang,
sungguh aku nggak tau,
adakah yang salah dengan ketulusanmu?
Jahatkah aku yang selalu jujur?
Jahatkan aku yang nggak bisa hidup berlindungkan topeng?
Entahlah,
tapi ada satu kata yang mungkin bisa menjelaskan semuanya : beda..
ya, beda..
Aku tau, kamu pun tau,
ada beda di antara kita,
beda yang begitu nyata...
Dan disaat aku harus jujur,
disaat aku harus melepas lembar-lembar topeng di antara wajah kita,
semua rasa ini,
semua ungkap suci kita,
seperti layu, seperti luntur,
dan perlahan musnah..
Aku sangat sedih,
kuyu hati ini, kelabu jiwa ini..
Aku emang nggak bisa hidup dalam kepura-puraan..
Aku selalu telanjang, telanjang bulat..
Dan kamu?
Sudahlah,
aku emang belum dewasa, belum sebijak orang-orang tua yang beruban..
Kamupun belum dewasa,
kita belum dewasa..
Kita datang dari dua dunia, dua kehidupan, dua beda...
Dan ternyata,
kedewasaan kita saat ini,
belum mampu untuk mencernanya, untuk mengerti dan saling melengkapi..
Biarlah,
mungkin kita emang harus belajar dewasa sendiri-sendiri..
Tanpa bergandeng tangan, tanpa pelukan hangat, tanpa saling memiliki..
Namun,
kamu harus selalu ingat,
aku masih sayang, aku masih cinta..
Dan andai kita tidak akan pernah saling mencari lagi,
maka semua yang sudah terlewati,
adalah sebuah anugerah, pelajaran dan juga keindahan..
Dan ingatlah,
walau sekejap, walau hanya berlewat bulan,
aku adalah soulmate,
dan kau adalah soulmate...
Terimakasih atas semua indah yang kauberi..
saat kaubilang "aku milikmu, kita satu dan tak terpisahkan...
dadaku bergemuruh, berat kepala ini, lemas tubuh ini, dan basahlah kedua mataku..
Kamu telah mendapatkan hatiku, jiwaku dan aseluruh asa yang membara di dalam tubuh kurusku ini..
Kamu telah mendapatkan aku, kamu telah memiliki aku, sepenuhnya..
Damai di hati, tenang di jiwa..
Soulmate, kaulah soulmate, yang selama ini selalu aku bayangkan..
Namun,
adakah hati bisa terlelap dalam damai,
sementara nalar terus berteriak?
Sayang,
sungguh aku nggak tau,
adakah yang salah dengan ketulusanmu?
Jahatkah aku yang selalu jujur?
Jahatkan aku yang nggak bisa hidup berlindungkan topeng?
Entahlah,
tapi ada satu kata yang mungkin bisa menjelaskan semuanya : beda..
ya, beda..
Aku tau, kamu pun tau,
ada beda di antara kita,
beda yang begitu nyata...
Dan disaat aku harus jujur,
disaat aku harus melepas lembar-lembar topeng di antara wajah kita,
semua rasa ini,
semua ungkap suci kita,
seperti layu, seperti luntur,
dan perlahan musnah..
Aku sangat sedih,
kuyu hati ini, kelabu jiwa ini..
Aku emang nggak bisa hidup dalam kepura-puraan..
Aku selalu telanjang, telanjang bulat..
Dan kamu?
Sudahlah,
aku emang belum dewasa, belum sebijak orang-orang tua yang beruban..
Kamupun belum dewasa,
kita belum dewasa..
Kita datang dari dua dunia, dua kehidupan, dua beda...
Dan ternyata,
kedewasaan kita saat ini,
belum mampu untuk mencernanya, untuk mengerti dan saling melengkapi..
Biarlah,
mungkin kita emang harus belajar dewasa sendiri-sendiri..
Tanpa bergandeng tangan, tanpa pelukan hangat, tanpa saling memiliki..
Namun,
kamu harus selalu ingat,
aku masih sayang, aku masih cinta..
Dan andai kita tidak akan pernah saling mencari lagi,
maka semua yang sudah terlewati,
adalah sebuah anugerah, pelajaran dan juga keindahan..
Dan ingatlah,
walau sekejap, walau hanya berlewat bulan,
aku adalah soulmate,
dan kau adalah soulmate...
Terimakasih atas semua indah yang kauberi..
Jika semua telah berlalu,
dan indah telah menampakan wujud asilnya..
Jika emosi telah terluapkan,
dan air mata telah tercurahkan...
Jika janji telah menemukan jawabnya,
dan jika doa telah memberikan khotbahnya...
Jika guratan bibir yang indah dalam senyum, menari dan menjadi selengkung sedih...
Jika bening sorot mata keyakinan, telah redup dalam duka...
Jika nikmat telah memunculkan sadar di jiwa..
Jika dosa telah mensyahdukan asa...
Adakah yang masih bisa diharapkan?
Indah berawal dari hampa,
dan hampa berawal dari angan...
Maka,
tak ada tangis tanpa senyum,
dan tak ada sedih tanpa bahagia...
Tidak ada arti sebuah penyesalan,
dan kata maaf telah menjadi klise, seklise ungkapan "I LOVE YOU"..
Maaf tanpa memaafkan,
sesal tanpa pertobatan..
Apalah arti?
Aku nggak mau sakit,
ngak mau juga terus berada dalam ekstase...
Semua indah yang pernah kurajut,
dan semua salah yang pernah kugores..
Aku bahagia, aku menyesal, aku minta maaf, dan terima kasih..
Hidup memang sebuah ironi,
hidup memang sebuah retorika,
dan ironi yang selalu berulang adalah cinta...
Cinta antara dua manusia,
beda rupa, beda jiwa, beda kelamin, yang satu dalam harap...
Indah, bermakna, menghanyutkan, bahagia, dan menyadarkan...
dan indah telah menampakan wujud asilnya..
Jika emosi telah terluapkan,
dan air mata telah tercurahkan...
Jika janji telah menemukan jawabnya,
dan jika doa telah memberikan khotbahnya...
Jika guratan bibir yang indah dalam senyum, menari dan menjadi selengkung sedih...
Jika bening sorot mata keyakinan, telah redup dalam duka...
Jika nikmat telah memunculkan sadar di jiwa..
Jika dosa telah mensyahdukan asa...
Adakah yang masih bisa diharapkan?
Indah berawal dari hampa,
dan hampa berawal dari angan...
Maka,
tak ada tangis tanpa senyum,
dan tak ada sedih tanpa bahagia...
Tidak ada arti sebuah penyesalan,
dan kata maaf telah menjadi klise, seklise ungkapan "I LOVE YOU"..
Maaf tanpa memaafkan,
sesal tanpa pertobatan..
Apalah arti?
Aku nggak mau sakit,
ngak mau juga terus berada dalam ekstase...
Semua indah yang pernah kurajut,
dan semua salah yang pernah kugores..
Aku bahagia, aku menyesal, aku minta maaf, dan terima kasih..
Hidup memang sebuah ironi,
hidup memang sebuah retorika,
dan ironi yang selalu berulang adalah cinta...
Cinta antara dua manusia,
beda rupa, beda jiwa, beda kelamin, yang satu dalam harap...
Indah, bermakna, menghanyutkan, bahagia, dan menyadarkan...
Aku tidak terlalu yakin dengan cinta.
Cinta yang sebenernya mungkin hanya kesan pertama menurutku.
Cinta yang selanjutnya adalah tentang mengerti dan menerima, hanya itu.
Tanpa keduanya--mengerti dan menerima--maka sepertinya nggak mungkin bisa bahagia,
dan nggak mungkin akan ada cinta yang berlanjut panjang.
Tapi bagaimanapun, emang ada kedamaian luar biasa saat kita tahu, kalo kita udah ada yang memiliki, dan kita udah memiliki seseorang. Perasaaan itu ibarat kita berada di padang pasir dengan badai gurun yang besar, namun kita merasa damai sekali, karena kita telah dirantai dengan kuat, dan kita berpegang erat dengannya, sehingga damai sekali jiwa ini.
Tapi sungguh, perbedaan yang teramat besar, dan i`tikad buat mengerti dan menerima tidak sebesar perbedaan itu, akan membuat cinta hanya seperti omong kosong ceramah para koruptor, hanya akan menjadi hambar, sehambar permen karet yang telah lama dikunyah.
MENGERTI DAN MENERIMA : dua kata kunci yang sangat simpel.
Cinta yang sebenernya mungkin hanya kesan pertama menurutku.
Cinta yang selanjutnya adalah tentang mengerti dan menerima, hanya itu.
Tanpa keduanya--mengerti dan menerima--maka sepertinya nggak mungkin bisa bahagia,
dan nggak mungkin akan ada cinta yang berlanjut panjang.
Tapi bagaimanapun, emang ada kedamaian luar biasa saat kita tahu, kalo kita udah ada yang memiliki, dan kita udah memiliki seseorang. Perasaaan itu ibarat kita berada di padang pasir dengan badai gurun yang besar, namun kita merasa damai sekali, karena kita telah dirantai dengan kuat, dan kita berpegang erat dengannya, sehingga damai sekali jiwa ini.
Tapi sungguh, perbedaan yang teramat besar, dan i`tikad buat mengerti dan menerima tidak sebesar perbedaan itu, akan membuat cinta hanya seperti omong kosong ceramah para koruptor, hanya akan menjadi hambar, sehambar permen karet yang telah lama dikunyah.
MENGERTI DAN MENERIMA : dua kata kunci yang sangat simpel.
Dulu aku sama sekali nggak pernah interest sama masalah cinta, apalagi concern.
Namun, setelah sedikit "tersentuh", ternyata memang cinta adalah salah satu bagian terbesar dalam hidup. Wow, aku yakin, aku yang dulu, yang heavy metal-holic, pasti akan tertawa ngakak liat keadaanku sekarang. Tapi gimana lagi, ternyata aku sendiri nggak bisa menepis bahwa bagian dari hidup yang satu ini--cinta--begitu luar biasa. Menarik sich, apalagi kalau mendengar curhat-an temen-temen lain tentang kisah mereka, semakin aku manggut-manggut dan tersenyum, oh ya maklum lah kalau orang lagi fall in love, dunia seakan berguncang, dan disaat broken heart gara-gara cinta, dunia seakan kiamat. Yah, Tuhan telah menyentil mata hatiku, agar aku nggak boleh sinis sama siapapun yang lagi jatuh cinta, dan Tuhan melakukannya dengan sangat terus terang, memaksaku menjalani peran sebagai seorang romeo untuk dipasangkan bagi satu peran juliet, yang telah Tuhan pasangkan padaku.
Wow.. Emmh.. Hiks hiks.. Itulah definisu tentang cinta.. 0_0
Namun, setelah sedikit "tersentuh", ternyata memang cinta adalah salah satu bagian terbesar dalam hidup. Wow, aku yakin, aku yang dulu, yang heavy metal-holic, pasti akan tertawa ngakak liat keadaanku sekarang. Tapi gimana lagi, ternyata aku sendiri nggak bisa menepis bahwa bagian dari hidup yang satu ini--cinta--begitu luar biasa. Menarik sich, apalagi kalau mendengar curhat-an temen-temen lain tentang kisah mereka, semakin aku manggut-manggut dan tersenyum, oh ya maklum lah kalau orang lagi fall in love, dunia seakan berguncang, dan disaat broken heart gara-gara cinta, dunia seakan kiamat. Yah, Tuhan telah menyentil mata hatiku, agar aku nggak boleh sinis sama siapapun yang lagi jatuh cinta, dan Tuhan melakukannya dengan sangat terus terang, memaksaku menjalani peran sebagai seorang romeo untuk dipasangkan bagi satu peran juliet, yang telah Tuhan pasangkan padaku.
Wow.. Emmh.. Hiks hiks.. Itulah definisu tentang cinta.. 0_0